Pasar Malem 7 : Micro-Blogging

Di Pasar Malem episode yang ke 7 ini, sayangnya Aulia nggak bisa ikutan karena harus ngelembur kerjaan, jadi cuman Bagus yang bisa memandu.  Tapi jangan kuatir, sekali ini Pasar Malem kedatangan 4 orang tamu yang kebetulan bisa meluangkan waktunya untuk ngobrol-ngobrol di Pasar Malem.
Topik Pasar Malem episode ini adalah ‘Micro-Blogging‘, dimana kami membicarakan hal-hal seputar yang dibawah ini:

  • Apa itu Micro-Blogging ?
  • Apa bedanya Micro-Blogging dan Internet Messenger (IM).
  • Twitter vs Plurk.
  • Apa Positif dan Negatif dari Micro-Blogging.
  • Kronologger.
  • Pengalaman-pengalaman pribadi dengan Micro-Blogging.

Teman-teman yang diajak ngobrol:

Thomas Arie Setiawan (twitter: thomasarie)
Alfa Aphrodita (twitter: chibialfa)
Retno Nindya Prastiwi (twitter: kapkap, plurk: kappachan)
Muhammad Zulfikar (twitter: zulfikars)

Seperti biasa, kritik dan sarannya akan sangat dihargai.  Jangan lupa teman-teman bisa subscribe lewat RSS atau lewat email (di sidebar sebelah kanan).

Sampai ketemu di Episode yang berikutnya !

5 thoughts on “Pasar Malem 7 : Micro-Blogging”

  1. As co-host of Pasarmalem, I'm surprised nobody remembered during this episode that this very podcast would have never happened if there was no Twitter. If Chris hadn't sent me a dm asking to just give it a go between the two of us, we wouldn't have had pasarmalem podcast.

    Without Twitter we wouldn't have gotten to know each other. I certainly wouldn't have gotten the connections that I know have. I would definitely not have met @budip, @thomasarie, @kapkap, and wouldn't have started @jtug with @chibialfa and @avianto.

    Another thing, maybe you guys blog less because of microblogging, but I now blog quite a lot more than before I was on Twitter. In fact I now manage two blogs of my own with one mirror site as well as @jtug's blog (not so well managed that one :D).

  2. ko si fikar ilang ditengah2??
    :)

    kurang lebih.. ini jeleknya twitter versi gw :
    A to Icha : status lo ganti2 mulu cha..
    B to Icha : RATU ONLINE
    C to icha : ngelirik sirik ke iPhone gw (*hahahahha*)
    D to Icha : lo ga tidur2, maenan twitter mulu sih!
    E to Icha : twitter itu apa cha??

    Well,
    Icha to All : seautis2nya kita ngetwit, sebaiknya punya komunitas, atau lingkungan dgn minat yg sama, apapun itu dan walaupun ga banyak. Bukan berarti user Indonesia itu harus lewat yang namanya JTUG, atau apa. cumaa.. kebetulan, yang saya tau, untuk daerah Jakarta dan beberapa tmpt lainnya, user yang secara regular -sampai taraf- addict ngetwit, (ibaratnya klo ga ngetwit itu rasanya kangeeennn gt) tinggal/beraktifitas di Jakarta, yg notabene topik dan daerah jajahannya sama.

    Nah, selain mahluk twitter yang sosial, kita juga sebagai mahluk twitter yang individual.
    Buat gw, kesenangan yg lo dapet di twiiter jgn sampe berhenti cm jadi nilai yg segitu aja.
    Tapi manfaatkan lebih jauh untuk mengembangkan pola pikir, daya tangkap, network yg profesional, dan belajar dr apa yg org lain pelajari, katakan, tanyakan, atau share.

    Intinya, bukan seberapa banyak follower, atau berapa banyak user yang anda follow.
    tapi seberapa banyak manfaat yang kita dapet. Usahakan mereka ini adalah org yang membuat anda nyaman, merasa memiliki ketertarikan yg sama, juga mempunyai value untuk dirasakan org lain, baik itu secara naluri untuk menjadi persahabatan, atau dari sisi knowledge-nya.

    ps: thx for tmn2 di twitter yg udah bantu disaat masa2 sulit 😉
    terutama @deon @vibhy @ella_mulvi @chibialfa and also @mahadewa.

    *selamat ngetwitttt*

  3. Lupa nambahin satu sisi negatif microblog (Twitter): Suka disangka sarap sendiri kalo ngakak depan laptop gara-gara bacain anak-anak JTUG lagi pada kumat… 😐

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>